Risalah kepada Para Murabbi

(Bahagian 1/2)

Saudaraku yang dikasihi di jalan Allah,
Ketahuilah bahawa kalian berada di atas bilah-bilahan besar dari dakwah Rasulullah s.a.w nyang diberkati. Kalian memikul tanggungjawab besar di hadapan Allah s.w.t. Sebagai perpanjangan daripada amanah yang kalian pikul dengan melakukan tarbiyah terhadap saudara-saudara kalian, menjanjikan mereka dengan ri’ayah dan taujih sesuai dengan manhaj Islam yang lurus. Dan berdasarkan prinsip-prinsip asas dakwah yang diberkati ini. Itulah amanah yang tidak sanggup dipikul oleh bukit bukau sebagaimana firman Allah:

إِنَّا عَرَضْنَا الأَمَانَةَ عَلَى السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ وَالْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَنْ يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا الإِنْسَانُ إِنَّهُ كَانَ ظَلُومًا جَهُولاً

Ertinya: “Sesungguhnya kami telah bentangkan kepada langit dan juga bumi serta bukit bukau akan amanah ini, mereka tidak menyanggupinya..

Oleh itu hendaklah kalian merasai kepentingan tanggungjawab yang diletakkan di atas bahu kalian, ambillah amanah ini dengan sebenarnya dan laksanakanlah sebagaimana yang disukai dan diredhai oleh Tuhan kamu. Thiqahlah kepada ganjaran, keredhaan dan pertolongan Tuhanmu.

Perbaikilah hubungan kalian dengan Allah Azzawajalla dalam terang-terangan mahupun dalam keadaan rahsia. Bimbinganlah dirimu dan diri saudara-saudara kalian ke arah yang diredhai oleh Tuhan. Jadilah sebagaimana yang dikehendaki oleh Tuhan pada setiap detik dan masa. Berusahalah mengangkat aspek keimanan dan pengabdian di dalam diri kalian dan diri teman-teman kalian. Efektifkan seluruh usaha, waktu dan program kalian. Jadikanlah seluruh amal, gerakan dan diam kalian ibadah kepada Allah s.w.t. Jagalah supaya tertanam dalam perhatian para ikhwah tumpuan kepada ibadat-ibadat, nilai dan hakikatnya di dalam jiwa yang kesan tarbawinya akan kembali kepada peribadi, jamaah dan umat seluruhnya. Antaranya;

1. Menjaga solat fardhu secara berjamaah, qiamullail, puasa, tilawatul quran, sedekah, banyak zikrullah, berbuat baik kepada ibubapa, hubungan silaturrahim, seluruh bentuk kebaikan. Ketahuilah bahawa setiap kali ada keadaan anda dengan Allah yang tidak diketahui oleh orang lain kecuali Allah, maka Allah akan memudahkan kepada anda segala urusan dengan kelebihan, kemuliaan dan kerahmatan-nya. Allah akan tundukkan seluruh tenteranya kepada anda yang tidak diketahui oleh sesiapa kecuali Dia.

2. Tarbiyahkanlah teman-teman kalian mengasihi masjid, selalu berulangalik ke masjid dan berada di masjid. Ia merupakan tempat tumpuan dan tempat perlindungan. Masjid adalah pengkalan seluruh kebaikan. Jadilah orang-orang masjid, beribadah kepada Allah, berqudwahkan kepada sunnah Rasulullah s.a.w, para sahabat dan juga salafu soleh. Lekatkanlah hati kalian dengan masjid sebagaimana hati-hati mereka terlekat pada masjid.

3. Jagalah agar ma’ani kekeluargaan dan kemasyarakatan terlaksana di dalam usrah kalian. Agar usrah kalian memiliki seluruh ma’ani kekeluargaan dan kemasyarakatan. Saling bergandingan dalam kehidupan, saling berziarah, saling berbicara, saling berbincang, saling bergembira dan keluar bersama-sama dalam berbagai rehlah dan perjalanan agar hati-hati kalian saling terbuka antara satu sama lain. Sehinggalah usrah itu menjadi sebuah kitab yang terbuka dan terlaksana seluruh rukun-rukunnya yang terdiri daripada taaruf, tafahum dan takaful.

4. Ikatkan peribadi-peribadi dalam usrah kalian dengan prinsip-prinsip, program-program dan manhaj, bukan dengan peribadi-peribadi kalian. Jika tidak, ia merupakan permulaan yang bahaya kepada kalian dan dakwah kalian.

5. Kita perlukan usrah muntijah yang melahirkan produk-produk dakwah dan masyarakat yang sebenar. Dapat dilihat kesannya pada setiap lingkungan keberadaan kalian. Jadikanlah slogan kalian “Tiada siapa akan mendahului kita dijalan Allah”. Begitu juga kita perlu menanam sebanyak mungkin nilai-nilai positif yang terdapat dalam perancangan kalian terutamanya yang dapat meniupkan harapan dalam jiwa kalian. Dengan nilai-nilai itu mereka akan bergerak di dalam masyarakat sebagai pembawa perubahan dan pemimpin kepada yang lain. Menunjukkan kepada mereka jalan kebaikan. Memberi dan berkorban pada setiap waktu dan ketika. Jiwa masyarakat hendaklah digerakkan dengan nilai-nilai positif ke arah kebaikan, kebajikan dan pembaikan.

6. Tanamkan dalam diri teman-teman kalian ruh intima’ kepada agama Allah s.w.t dan dakwahnya. Ruh intima’ kepada tanahair dan umatnya sehingga mereka merasa bangga dengan intima’ tersebut dan bangga dengan pertolongan Allah kepada mereka. Dari sini mereka merasakan kelazatan dengan setiap usaha dan kesusahan yang terbentang ditengah perjalanan mereka. Begitu juga nilai-nilai yang menyemarakkan semangat positif , kemandirian dan juga ketinggian hemmah.

7. Hiasi setiap perkataan dan perbuatan kalian dengan qudwah solehah. Sebaik-baik qudwah untuk kita semua ialah Rasulullah s.a.w.

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللهَ وَالْيَوْمَ الآخِرَ وَذَكَرَ اللهَ كَثِيرًا

Ertinya: Sesungguhnya bagi kamu pada Rasulullah s.a.w itu ada uswah hasanah bagi sesiapa yang mengharapkan Allah dan Hari Akhirat dan banyak mengingati Allah.

Maka hiasilah diri kalian dengan akhlaq Rasulullah s.a.w , sifat-sifatnya yang mulia dan tingkah laku yang sangat baik. Berusahalah agar kalian menjadi sebaik-baik qudwah kepada saudara-saudara kalian, persembahkan dari diri saudara qudwah dan uswah hasanah. Berusahalah agar saudara-saudara kita melihat kalian di hadapan mereka pada setiap amal atau taklif yang yang diberikan kepada mereka. Awasi dari memberikan taklif apa yang kalian tidak lakukan. Atau Allah melihat kalian terlebih dahulu sebelum saudara-saudara yang lain yang kalian cegah mereka lakukan. Fokuskan pandangan mata kalian kepada amaran Allah s.w.t

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لا تَفْعَلُونَ (2) كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللهِ أَنْ تَقُولُوا مَا لا تَفْعَلُونَ (الصف).
Ertinya: Wahai orang-orang Yang beriman! mengapa kamu memperkatakan apa Yang kamu tidak melakukannya! Amat besar kebenciannya di sisi Allah – kamu memperkatakan sesuatu Yang kamu tidak melakukannya.

…. bersambung…

Next Post:
Previous Post:
This article was written by

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *