Bersegera Dalam Melaksanakan Kebaikan

Bersegera Dalam Melaksanakan Kebaikan

Berapa banyak daripada pekerjaan yang ingin kita lakukan tidak terlaksana kerana kita membiarkan masa berlalu terlebih dahulu dengan harapan kita dapat melaksanakannya pada masa akan datang. Sedangkan kita punya waktu untuk terus melaksanakannya dan tiada perkara yang mustahak yang lain yang perlu kita kerjakan.

Mungkin pekerjaan yang ingin kita laksanakan itu kecil, namun apabila kerap ditangguhkan, ia akan terkumpul menjadi sebuah kelalaian yang besar.

Ketika terdetik di hati kita untuk melakukan sesebuah kebaikan, dengan peluang yang ada, bersegeralah kita mengerjakannya. Janganlah kita meremehkan kebaikan walaupun kecil kerana tidak ada kebaikan yang kecil di sisi Allah selagi nilai ikhlas sentiasa mengiringinya.

Demikian juga ketika kita ingin bertaubat daripada dosa-dosa yang kita lakukan, janganlah bertangguh. Lama-kelamaan dosa-dosa kecil akan bertampuk dan menjadi titik-titik hitam yang menggelapkan hati. Demikianlah Allah telah memerintahkan kepada kita:

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada syurga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.” (QS Ali Imran: 133)

Syaitan benci sekiranya kita kembali kepada Allah. Ia akan membuatkan kita tertipu dengan masa lapang dan selesa melalui jalan orang-orang yang lalai. Kelalaian demi kelalaian itu lama kelamaan akan menjadi sebuah sikap yang melekat dalam diri kita.

Akhirnya kita akan menjadi orang-orang yang selalu tidak mampu untuk melaksanakan tugas-tugas yang besar dan memberi impak yang baik kepada masyarakat. Kita perlu melakukan sebuah transformasi yang serius untuk mengubah karakter diri kita menjadi orang yang sentiasa bersegera melakukan kebaikan.

Janganlah pula kita bersegera untuk melakukan kemaksiatan kerana Allah menyediakan ruang yang besar untuk memberikan ampunan kepada kita dan menyiapkan jalan-jalan kebaikan kepada kita dengan menyediakan para Malaikat yang sentiasa menjaga kita sepanjang masa di segenap sudut:

“Dan mereka meminta kepadamu menyegerakan kedatangan perkara buruk (azab yang dijanjikan) sebelum mereka memohon kebaikan; padahal sesungguhnya telah berlaku sebelum mereka peristiwa-peristiwa azab yang telah menimpa orang-orang yang kafir seperti mereka. dan (ingatlah) sesungguhnya Tuhanmu Amat melimpah keampunanNya bagi manusia (yang bertaubat) terhadap kezaliman mereka, dan sesungguhnya Tuhanmu juga amatlah keras balasan azabNya (terhadap golongan yang tetap ingkar).” (QS Ar-Ra’d: 6)

“Bagi tiap-tiap seorang ada malaikat penjaganya silih berganti dari hadapannya dan dari belakangnya, yang mengawas dan menjaganya (dari sesuatu bahaya) dengan perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah apa yang ada pada sesuatu kaum sehingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki untuk menimpakan kepada sesuatu kaum bala bencana (disebabkan kesalahan mereka sendiri), maka tiada sesiapapun yang dapat menolak atau menahan apa yang ditetapkanNya itu, dan tidak ada sesiapapun yang dapat menolong dan melindungi mereka selain daripadaNya.”(QS Ar-Ra’d:11)

Terdetik di hati kita untuk melaksanakan sebuah kebaikan itu adalah petunjuk Allah buat hati kita, persoalannya apakah kita ingin mengikuti petunjuk tersebut? Moga Allah memberi taufiq kepada kita untuk sentiasa melaksanakan kebaikan.

Next Post:
Previous Post:
This article was written by

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WordPress spam blocked by CleanTalk.